Absurd

by unlumo

Diam dalam keramaian, diam dalam memperhatikan.
Menikmati alun suara dengan intonasi naik turun, cepat lambat.
Menikmati ekspresi wajah, gerak, bahasa tubuh.

Sehingga..
Menjadi mengetahui bagaimana isi asli.
Menjadi mengetahui bagaimana kondisi hati.

Tapi..
Tidak bisa dalam sekejap untuk mengetahui lalu menyimpulkan.
Harus berkali-kali, beratus, bahkan beribu kali.

Namun..
Terkadang itu masih bisa salah.

Akan tetapi..
Itu lebih baik dari pada (kau) hanya mengambil kumpulan kesimpulan orang.

Lalu..
Dengan membawa hasil jarah kesimpulan orang, dengan mudah (kau) bagi-bagikan secara gratis kerakyat jelata.

Dan..
Yang menyedihkan tidak hanya (kau) yang patut di kasihani tapi yang paling tragis adalah orang yang menerima dengan ‘suka cita’ hasil jarahan (mu)

Atas semua itu..
Ingin (ku) tanyakan, apakah sulit diam lalu memperhatikan dengan saksama semua yang ada disekeliling (mu)? Bukan malah sibuk menjarah lalu membagi-bagikan sehingga (kau) dikenal sebagai pahlawan disiang bolong.

Akhirnya..
Ingin (ku) beri tahu pada (mu), disini bukan masalah mencari siapa yang hebat dan siapa yang tolol.
Tapi untuk mencari siapa pemilik dan siapa pencuri yang sebenarnya..!

 

*untuk (ku) dan untuk (mu) tulisan ini Aku berikan.

Advertisements