Mengenang Sahabat Kecil

by unlumo

Kembali membuka lembaran sesosok yang membuatku tersenyum serta rasa nyaman ditengah keterasingan kala itu.

Sesosok yang membuat aku belajar banyak tentang karakter menawan yang dimiliki oleh manusia. Mengajarkanku bahwa tidak harus banyak berkata karena yang dibutuhkan hanya sebuah tindakan nyata yang tulus.

Bersungguh-sungguh dalam mewujudkan impian, tidak mudah terbawa arus, berprinsip dan mengetahui apa yang dimau atau disuka. Dan yang mengajariku tentang arti sikap dewasa, walaupun saat itu umur kami baru 12 tahun.

Betapa sosok itu akan terus dikenang dihati walaupun pertemuan kita begitu singkat dari keseluruhan hidupku yang sudah kujalani selama 24 tahun ini. Tepatnya pertemuan itu hanyalah 1 tahun lebih 1 bulan..

Karakter dasar yang dirimu punya bagiku begitu istimewa.
Matang bersikap, berpikir jauh dari yang lainnya dan berprinsip dalam segala hal. Padahal waktu itu umurmu barulah 12 tahun. Namun semuanya melebihi kadar usiamu.

Hanya 22 tahun saja kau hidup didunia ini. Dan aku tidak tahu dengan waktu singkat itu, apa saja yang telah kau lakukan. Kebaikan apa saja yang telah kau tabung. Sungguh singkat.

Walaupun kita telah lama tidak bertemu setelah pertemuan singkat itu, namun entah kenapa disaat aku tahu tentang kabar wafatnya dirimu.., yang bisa kulakukan hanya diam.. Bengong tidak percaya.

Begitu sebentarnya hidupmu.
Bagaimana denganku? kapan waktu itu datang padaku…?
Ah..kepala ini rasanya berputar sangat cepat, kaki terasa lemas.

Walaupun ku rasa kau begitu cepat diambil oleh Nya, ku yakin (insya Allah) itu adalah wujud dari rasa sayang Nya padamu. Semoga kau menjadi bagian dari hal itu.. aamiin

Semoga kita bisa bertemu disurga Nya Rabb yang maha Penyanyang kepada para hamba yang memiliki hati yang bersih dan prinsip hidup yang baik, sepertimu. Sesosok anak baik yang hidup dalam keluarga yang sangat kompleks.

Selamat jalan Sahabat kecilku.. T.F.S..
Dari seseorang yang terinspirasi darimu dimasa kecil, Bule kampung..
(Sebutan yang sering kau lontarkan untuk memanggilku. Baru sekarang aku bisa mengatakan padamu bahwa aku sangat senang akan sebutan itu)

Semoga kau disana tenang, hingga hari kebangkitan kelak.
Allahumma Aamiin..

tidak banyak yang berubah dari wajahnya
tfh

 

Advertisements