Say! “bye bye saudariku”

by unlumo

Tanggal 28 februari dan 01 maret 2013 merupakan masa kesedihan yang dicampur  dengan komposisi kebahagian yang lebih banyak. Dimana pada saat itu aku harus merelakan sahabatku merantau ke kota tetangga -jakarta-..

Saatnya setelah 5 tahun dan tepatnya 3 tahun lebih bersahabat dengannya harus bisa legowo berpisah.
Walaupun jaraknya dekat dan mudah untuk bertemu tapi tetap saja ada hal berbeda yang menghampiri.

Saat-saat dimana tidak bisa lagi dengan mudah makan bereng, jalan-jalan kesuatu tempat secara impulsif, berbagi curhat langsung kekamar sebelah ketika perasaan enak atau tidak enak dan segudang hal lainnya yang tidak akan bisa selesai untuk disebutkan.
Kemarin adalah hari terberat. Dimana kembali kekamar dan melihat kenyataan kalau sebelah kamar kosong dan tidak ada lagi yang mengetuk pintu dengan senyuman sambil berkata “lg ngapain..?”

Tapi apapun itu dengan kukuatan doa, ku yakin semua akan berbeda seperti yang kupikirkan dan rasakan saat ini. Insya Allah, pasti Jauh lebih indah dan manis.
Saat ini, ketika sedang mengetik huruf perhuruf ada perasaan lega dan lebih membesarkan hati untuk terus lapang.

Dan untuk sahabatku juga yang merangkap sebagai saudariku, semoga disana selalu dalam lindungan Nya dan keberkahan Nya. -aamiin-

Selagi masih ada sahabat di dekatmu bersyukurlah dengan selalu berbuat baik dan jangan pernah menyakitinya. Dan jika sahabat telah jauh darimu (seperti aku) tetap harus terus bersyukur dengan selalu mendoakannya dan menjaga tali silahturahim 🙂

Bersahabat dengan dan karena Nya. Itulah persahabatan yang sesungguhnya..

“Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat: ‘Dimanakah orang-orang yang mencintai karena kemuliaan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi mereka pada suatu hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR. Muslim)

cintai ‘sahabat tubuh’ -organ2- dengan menjauhi yang sedang dimakan itu y 😀

Advertisements