Sisi(mu)

by unlumo

Dia hanya  memandang keluar. Melihat dengan tatapan kekaguman. Memuji makhluk istimewa ciptaan Tuhan. –Allah-
Memandang dan terus memandang. Hingga akhirnya  tenggelam dalam lautan kekecewaan pada dirinya.
Benda jauh disana lebih Dia hargai dari pada benda disisinya. Jauh dia puja, kagum, simpati dan segudang kepositifan lainnya.

Sedangkan,

Benda disisinya hanya mendapat sisa-sisa, berupa kekecewaan, penghinaan, caci maki dan segudang kenegatifan lainnya.

Wahai Dia, sampai kapan kau melakukan kekonyolan ini?

Sadarilah ada yang lebih berharga dan jauh  harus kau pandangi dari pada yang ada didepanmu. Dia yang berada disisimu, cobalah untuk pandangi ia lebih dalam.

Sekedar memandang apakah itu sulit bagimu?

karena aku tidak menyuruhmu untuk merasakan.

ku yakin ketika kau mulai merasakan, kau akan menyesal. Beribu-ribu penyesalan akan menghampirimu, hingga kematian datang menjemput.

Advertisements