Just say (2)

by unlumo

Belakangan sangat doyan melahap buku-buku fiski yang banyak menceritakan tentang kehidupan gelap dari sebuah perkawinan.
Rata-rata menceritakan kehidupan sepasang suami istri yang disisipin peristiwa perselingkuhan diantara mereka. Kebanyakan itu terjadi lantaran suami yang menemukan pelabuhan lain yang lebih ‘asyik’ untuk dilabuhkan dibanding istrinya.

Kupikir itu hanya sebuah kisah fiksi yang tidak ada dikehidupan nyata atau (sekedar menghibur diri) bisa kukatakan sangat sedikit terjadi dikehidupan nyata.

Namun,

Sekilas melihat media, luapan kekecewaan dari seorang artis  (istri) yang di bagi-bagi secara gratis,  menceritakan tentang kehidupan yang hanya manis tiga bulan saja dari sebuah pernikahannya.

Dan lagi,

Empat hari yang lalu aku chatingan dengan teman seperkuliahan dulu, ditengah asyiknya kita bercerita tentang buah hatinya yang baru berumur seminggu, ada selingan pernyataan darinya “menikah itu enaknya cuma 2 bulan selebihnya kau harus melihat realita”.

Kenapa diri ini disuguhi dengan cerita-cerita itu? Apakah tidak ada kisah indah dari sebuah pernikahan?
Serasa takut untuk kesana. Tapi umur sudah meminta untuk melangkah kegerbang itu.

Halah,

apapun itu aku masih punya Allah untuk ku percaya, untuk membuatku bisa berpikir positif dalam memandang ‘sandungan- sandungan’ kecil itu, untuk membuatku selalu optimis dalam menjalani kehidupan kelak.

Selagi ku punya DIA jangan terlalu khawatir terhadap sesuatu yang belum jelas di depan.

Percaya saja pada Nya, karena Dia selalu Benar -tidak pernah salah-

Advertisements