Matahari, Awan dan Dua keluarga bahagia

by unlumo

Pagi ini seperti biasa hari sabtu masuk kantor. Disambut dengan cuaca pagi yang amazing. Super duper bagus banget! Cuaca seperti ini sangat sulit didapatkan. Udara dingin yang damai, pantulan sinar mataharin lembut dimata dan awan seperti kapas yang bergerak-gerak.

“Dibandung cuaca seperti ini bisa dihitung jari. Bisa dalam setahun kurang lebih hanya 10 kali.”  [sumber: penelitian pribadi selama hidup dibandung :D]

Moment seperti ini, tidak disemua kota ada. Di tempat tinggalku jangan harap bisa merasakan moment seperti itu. Jika ingin merasakan maka harus beli bensin dulu buat kendaraan, bawa bekal, menyediakan waktu luang, kasih makan kucing, kunci pagar, ..dll. Karena suasana itu bisa didapat setelah menempuh jarak 78 km dari tempat tinggalku menuju  kota Brastagi dan tetangganya (sibolangit, kaban jahe, de el el).

Mood saya akan menjadi baik ketika melihat dan merasakan suasana itu.

Sebenarnya banyak angel yang lebih baik dari gambar dibawah. Tapi saya tidak cukup berani rajin buat berhenti dipinggir jalan untuk memoto.

DSCN0384[1]

Awan gelap mulai tergusur

Kemudian sampai dikantor disambut dengan dua keluarga bahagia namun berbeda karakter. Sepasang burung di sangkar merah jambu yang sangat ramah dan sedikit agresif. Sedangkan sepasang burung di sangkar hitam rada pemalu dan tertutup. Dua karakter yang bertentangan.

Subhanallah ya mereka  pasangan yang sekufu. 😀

Apa karena sudah lama serumah berdua jadi yang satu mempengaruhi yang situ atau yang satu dipengaruhi yang situ.  [?]

Saya jadi berpikir apakah kelak masa depan saya bersama suami saya sama seperti sepasang burung-burung itu?? -saling mempengaruhi sifat dan karakter-

Kita lihat perbedaan dari dua keluarga bahagia ini.

keluarga sangkar merah jambu

keluarga sangkar hitam

Beda banget bukan? 😀

Advertisements