Cita yang hampir usang

by unlumo

Pembicaraan tadi malam dengan salah seorang teteh diasrama menyadarkanku akan sebuah cita yang ingin aku capai. Terlalu banyak cita dan asa akan sebuah masa depan yang indah membuat diriku tidak fokus. Hanya sampai di kertas selembar, tertempel rapi di samping bantal dan kasur yang tidak tidak tereksekusi.

Sambil bercerita, tanganku membolak balik selembar demi selembar buku tebal bersampul sebuah gambar bangunan yang berjudul….(seperti yang ada digambar)

DSCN0074[1]

Ya Rabb, putus harapan adalah salah satu sifat tercela yang tidak kau suka. Tapi sekarang aku rasa aku sudah memasuki garis itu..

Namun ketika sebuah harapan kita pasrahkan atau bahasa lainnya tidak sampai membuat kita menuhankan harapan maka saat itu juga Allah mengarahkan kita kembali kepada harapan itu. Saat itu juga aku berpikir, kenapa tidak?! dan mataku tertuju pada halaman yang semakin memantapkan untuk berjalan sedikit demi sedikit mendekati si cita dan si asa..

DSCN0073[1]

Allahumma shali ‘ala sayyidina muhammad

Dan pagi ini siap2 keacara seminar internasional yang salah satunya di hadiri oleh murid nya Naquib bin Ali al-Attas( pendiri ISTAC) yaitu Dr Hamid Fahmy Zarkasy.


Advertisements